Sebuah Suara Menetes Menyambar Ego
Ego Yang Rapuh Selemah Bisunya Sang Embun
Namun Terlanjur Ku Tersesat Dalam Damainya Tawa Itu
Ada Yang Kian Berbisik
Sendu Kudengar Semakin Kakukan Hatiku
Suara Yang Tak Hanya Lemah
Tapi Sangat Melemahkan
Terlambat Sudah Rasa Ini Mengakuinya
Mungkin Makna Belum Menjadi Akhir Kisahku
Karena Semua Kata Tetap Kan Berlari Dengan Ceritanya
Suara-Suara Melenyapkan Bara Yang Membara Karena Tlah Terlanjur Lenyap
Setiap Maksud Yang Berhasil Terdefinisi Kan Membaur Bersama Senyuman Pagiku
Dunia Saja Tak Kan Tahu Akhirnya …
Jadi Biarkan Saja Aku Terus Bermain Di Pangkuan Khayal Yang Terbias
Salahkah Aku Yang Selalu Dan Terlalu Merujuk
Dalam Manisnya Kasih Sang ESA
Meraung Atau Mengaung Bukan Soal Yang Dipertanyakan
Banyak Yang Terselip Atau Sengaja Terlupakan
Terlewati Serdadu Kisah Keegoisan
Hanya Tuk Mencoba Berteriak Ku Bahagia
Sekali Iya Selamanya Kan Kupertahankan Tuk Selalu Tergenggam
Walau Tak Harus Melepas Akal Sehatku
Dan Walau Sampai Tetes Suara Ini Habis Terluka
Selengkapnya...
Rabu, 03 Februari 2010
dengar rujukKU
Senin, 09 November 2009
wAktU tAk BerAWal
Kumerenda Bahasa Kasih Yang Diajarkan Rintik Hujan Petang Ini
Penuh Dan Tak Tertebak
Sesekali Kutatap Alunannya Yang Menggelayut Pada Sang Awan
Sejenak Kutahu Datangnya Memegang Penuh Makna Sebuah Awal
Lirih Coba Kutiupkan Segala Pikirku Tuk Coba Mengerti Hawa Alam
Kali Ini Bukan Hanya Sejenak
Kuterpaku Pada Nyanyian Malam Yang Juga Mulai Berawal
Berawal Dari Rasa Sepi Setiap Hati Yang Menatap Penuh Harap
Sejenak Bahkan Berulang Kali Tetap Dan Selalu Kutemukan Arah Itu
Arah Sebuah Awal Yang Menawarkan Cahaya Cerita
Arah Sebuah Awal Yang Mengawali Sendunya Kisah
Arah Sebuah Awal Yang Mengakhiri Senandung Senja
Tapi Mengapa Tanyaku Tak Berawal
Resahku Tak Berawal
Galaukupun Tak Berawal
Begitu Juga Dengan Rinduku Untukmu
Bahkan Semua Itu Tak Pernah Berakhir
Mungkinkah Semuanya Bisa Berawal ?
Benarkah Yang Berawal Kan Berakhir ?
Bolehkah Aturan Dunia Selalu Berlaku ?
Mungkinkah Yang Tak Berawal Takkan Juga Berakhir ?
Seperti R.A.S.A.K.U. Yang Hanya Padamu
Yang Saat Inipun Sedang Memenuhi Aliran Melodi Jiwaku
Walau Tak Pernah Kutahu Arti Tatap Yang Menghantuiku
Meski Tak Pernah Kumau Terpendam Dalam Ganasnya Rinduku
Dan Walau…
Walau Kutahu Waktuku Tlah Usai
Seiring Waktu Yang Semakin Nyata
Kuakui Waktumu
Kusadari Waktuku
Waktumu Dan Waktuku Sirna Dibalik Senyuman Petang Itu
Dan Petang Inipun Semuanya Tetap Sama
Waktumu Tlah Usai Tuk Menjadikanmu Satu-Satunya Pengisi Akalku
Waktukupun Juga Tlah Usai Tuk Lagi-Lagi Menyalakan Cintamu
Ya,
Sebuah Petang Tlah Mengakhiri Segalanya
Selengkapnya...
Senin, 02 November 2009
Seberapa penting tulus tuk teman???
Ada kalanya semua terasa kosong tanpa TEMAN. Ada kalanya akal kita tak mampu penuh saat tak ada seseorang yang kita sebut TEMAN. Tapi ada-ada saja cerita hidup. Teman memang sering bikin hati kita berwarna, tapi saat dilema di depan mata, saat ada atau banyak sesuatu yang tertupi, kata teman menjadi sebuah lelucon di bagian otak ini. Sesuatu yang harusnya ada tuk meringankan bisa berubah menjadi pikiran yang menakutkan. Saat teman tak lagi percaya, saat teman dekat kita lebih nyaman dengan teman kita yang lain, saat banyak kekecewaan atas sikap seorang teman, saat semua yang kita hadapi harus lepas dari genggamannya, dan masih banyak saat2 yang lain, yang terus menggerus arti pertemanan itu sendiri...
Bagaimana sebenarnya menjaga pertemanan???
Kedekatan yang tak perlu harus berpikir..
Bagaimana bisa ada kebersamaan yang tanpa praduga? tanpa salah paham?
K-E-T-U-L-U-S-A-N
Sepertinya hanya itu yang menjadi kunci matinya. Mungkin memang tedengar alasan yang begitu klasik. Mudah diucapkan tapi sangat sulit dilakukan. Kadang ego yang bermain terlalu tak dewasa tuk sekedar bijak menilai arti tulus mengerti teman kita. Tapi saat separuh saja jiwa kita benar-benar bersih dan ikhlas memberi, ketulusan itu kan menjelma menjadi sosok malaikat yang kan menyelamatkan hatimu. Menyelamatkan dari hajaran pertanyaan2 yang mulai memusingkan tentang peran seorang teman...
Tuluslah dalam memberi..
Tuluslah dalam mengerti..dalam memahami..
Jangan hiraukan yang kau dapat..tak kan ada sesuatu yang sia2..
Pertemanan itu terlalu berharga tuk ditukar hanya dengan keterlibatan emosi yang tak bertanggungjawab..
So simple jika kita mau mengerti arti kesendirian tanpa hadirnya seorang teman"
Selengkapnya...
Minggu, 01 November 2009
Hati yang Terantuk
Pernah ngalamin yang namanya bingung...
g tahu harus ngapain, sulit diungkapkan tapi sangat terasa kuat merapuhkan nyali,
Bingung saat sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi, seakan dunia tak berpihak...
Melambungkan akal sesat yang membuat nyali kian menciut, tak ada tempat untuk bicara, tak ada kesempatan untuk membela, bahkan walau sekedar tuk mengehela nafas panjang.
Tak ada tempat. Tak ada waktu.
Mungkin ada benarnya, saat banyak pujangga mengungkapkan "kegetiran hidup bukan saat kita sendiri, tapi saat kita ingin berbagi namun tak ada orang di samping kita"
Hidup bukan untuk mengeluh. Mungkin seharusnya tak kan pernah ada kata BINGUNG jika kita mau membaca hati. Jauh dam masuk ke dalam lembutnya sang jiwa. Menebar dan terus menabur prinsip-prinsip ketulusan. Tapi manusia tetap kan jadi manusia, yang selalu merasa rapuh di bawah kuat terik tekanan dunia. Padahal sebenarnya tak ada yang mampu melemahkan hati dan pikikan saat kita mau POSITIV THINKING.
Selengkapnya...

